2a - 2b = -6
6a - b = 7
dengan melakukan eliminasi manual, kita dapat menemukan nilai a dan b, yakni a=2 dengan b=5.
Dibawah ini ialah perumusan untuk mencari nilai variabel" ( a dan b ) dari suatu SPLDV seperti contoh diatas. Dengan memasukkan masing - masing koefisien dari variabel" kedua persamaan, sekalian dengan nilai ruas kanannya, script ini akan membantu menemukan nilai a dan b.
Namun, dikarenakan rumusnya cukup rumit, terdapat 3 persyaratan yang harus diperhatikan dalam memasukkan nilai koefisien" ke masing" textbox. Jika syarat tak terpenuhi, perhitungan script ini akan salah.
Syarat" tersebut ialah :
1. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah memiliki tanda yang sama dengan koefisien a dari persamaan kedua.
2. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah memiliki nilai lebih tinggi dari koefisien a dari persamaan kedua. Dan;
3. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah merupakan faktor dari koefisien a dari persamaan kedua.
Yang dimaksud pada syarat pertama yang berbunyi "harus memiliki tanda yang sama" ialah tanda minus atau plus. Jadi, bilamana koefisien a pers. pertama bernilai minus sedangkan koefisien a pers. kedua bernilai plus, anda harus membalikkan semua tanda dari salah - satu persamaannya. Misal 2a-2b=6 menjadi -2a+2b=-6, atau dari 6a-b=7 menjadi -6a+b=-7 .
Kemudian, harap diingat bahwa yang dimaksud pada syarat kedua yang berbunyi "memiliki nilai lebih tinggi" bukan berarti nilai lebih besar, melainkan angka yang lebih besar mewakili tanda minus / plus yang dimiliki koefisien" a masing" persamaan. Jadi, disini nilai -7 lebih tinggi dari -2, karena kita melihat dari besar angkanya dan bukan besar nilainya. Sebagai contoh, pada kedua persamaan SPLDV yang kita bahas tadi, koefisien a dari persamaan pertama ialah 2, sedangkan nilai a dari persamaan kedua ialah 6. Syarat pertama sudah terpenuhi karena masing" koefisien a sudah memiliki tanda yang sama, yakni +2 dan +6. Namun begitu, syarat kedua belum terpenuhi karena nilai koef.a pertama, 2, lebih kecil dari nilai koef.a kedua, 6.
Oleh karena itu, susunan memasukkan koefisiennya harus dibalik, dimana < 6a - b = 7 > menjadi persamaan pertama, sedangkan < 2a - 2b = -6 > menjadi persamaan kedua. Dengan begitu, koefisien a dari persamaan pertama ialah 6, yang lebih tinggi dari koefisien pers. 2, yakni 2.
Itu ialah cara memenuhi syarat yang kedua. Untuk syarat yang keetiga, kebetulan 6 sudah menjadi faktor dari 2, yakni 2*3, jadi sudah tak perlu diubah-ubah lagi.
Dengan memasukkan data melalui urutan yang benar tersebut, nilai a dan b dapat dicari dengan akurat. Dibawah ini ialah contoh memasukkan data dengan benar sesuai contoh yang tadi..:
Silahkan mencoba!


Media Sosial
INSTAGRAM FACEBOOK GOOGLE+ SOUNDCLOUD