Kalkulator Javascript

Blog ini adalah blog iseng yang disusun untuk tujuan hiburan semi-edukatif. Disini saya memberikan contoh - contoh eksploitasi terhadap penggunaan javascript dalam aljabar sehari - hari.

Blog ini tak tersusun dengan benar" rapih sehingga mungkin ada beberapa link mati ataupun script yang salah berfungsi.

Terimakasih sudah berkunjung!

Jumat, 24 Juni 2016

Mencari nilai variabel" dalam SPLDV

Dalam setiap persamaan linear 2 variabel, selalu diperlukan sepasang persamaan demi mengungkap nilai kedua variabel tersebut. Seperti yang kita ketahui, bentuk umum suatu SPLDV ialah seperti berikut ini (contoh):

2a - 2b = -6
6a -   b = 7

dengan melakukan eliminasi manual, kita dapat menemukan nilai a dan b, yakni a=2 dengan b=5.

Dibawah ini ialah perumusan untuk mencari nilai variabel" ( a dan b ) dari suatu SPLDV seperti contoh diatas. Dengan memasukkan masing - masing koefisien dari variabel" kedua persamaan, sekalian dengan nilai ruas kanannya, script ini akan membantu menemukan nilai a dan b.

Namun, dikarenakan rumusnya cukup rumit, terdapat 3 persyaratan yang harus diperhatikan dalam memasukkan nilai koefisien" ke masing" textbox. Jika syarat tak terpenuhi, perhitungan script ini akan salah.

Syarat" tersebut ialah :

1. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah memiliki tanda yang sama dengan koefisien a dari persamaan kedua.
2. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah memiliki nilai lebih tinggi dari koefisien a dari persamaan kedua. Dan;
3. Koefisien a dari persamaan pertama haruslah merupakan faktor dari koefisien a dari persamaan kedua.

Yang dimaksud pada syarat pertama yang berbunyi "harus memiliki tanda yang sama" ialah tanda minus atau plus. Jadi, bilamana koefisien a pers. pertama bernilai minus sedangkan koefisien a pers. kedua bernilai plus, anda harus membalikkan semua tanda dari salah - satu persamaannya. Misal 2a-2b=6 menjadi -2a+2b=-6, atau dari 6a-b=7 menjadi -6a+b=-7 .

Kemudian, harap diingat bahwa yang dimaksud pada syarat kedua yang berbunyi "memiliki nilai lebih tinggi" bukan berarti nilai lebih besar, melainkan angka yang lebih besar mewakili tanda minus / plus yang dimiliki koefisien" a masing" persamaan. Jadi, disini nilai -7 lebih tinggi dari -2, karena kita melihat dari besar angkanya dan bukan besar nilainya. Sebagai contoh, pada kedua persamaan SPLDV yang kita bahas tadi, koefisien a dari persamaan pertama ialah 2, sedangkan nilai a dari persamaan kedua ialah 6. Syarat pertama sudah terpenuhi karena masing" koefisien a sudah memiliki tanda yang sama, yakni +2 dan +6. Namun begitu, syarat kedua belum terpenuhi karena nilai koef.a pertama, 2, lebih kecil dari nilai koef.a kedua, 6.

Oleh karena itu, susunan memasukkan koefisiennya harus dibalik, dimana  < 6a -   b = 7 > menjadi persamaan pertama, sedangkan  < 2a - 2b = -6 > menjadi persamaan kedua. Dengan begitu, koefisien a dari persamaan pertama ialah 6, yang lebih tinggi dari koefisien pers. 2, yakni 2.

Itu ialah cara memenuhi syarat yang kedua. Untuk syarat yang keetiga, kebetulan 6 sudah menjadi faktor dari 2, yakni 2*3, jadi sudah tak perlu diubah-ubah lagi.

Dengan memasukkan data melalui urutan yang benar tersebut, nilai a dan b dapat dicari dengan akurat. Dibawah ini ialah contoh memasukkan data dengan benar sesuai contoh yang tadi..:


Silahkan mencoba!


a + b =



a + b =

Rabu, 22 Juni 2016

Matematika Kuadratik


Bentuk persamaan kuadrat umum : ax^2 + bx + c .Anda hanya perlu memasukkan nilai a, b, dan c.





Selasa, 21 Juni 2016

Matematika Dasar